Berita Terkini

Piodalan Purnama Kapitu dan Tumpek Krulut Penguatan Sraddha, Bhakti, dan Harmonisasi

Dalam rangka memohon kerahayuan, keseimbangan, serta kelancaran pelaksanaan tugas dan tanggung jawab kelembagaan, sekaligus sebagai wujud sraddha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, KPU Kabupaten Badung melaksanakan Piodalan dan Persembahyangan bersama di Padmasana Gedung Graha Pemilu Alaya Giri Nata. Piodalan ini dimaknai sebagai momentum penyucian diri dan lingkungan, serta ungkapan rasa syukur atas anugerah yang telah diberikan, sekaligus memohon tuntunan agar seluruh tahapan dan pelayanan kepemiluan senantiasa berjalan dengan lancar, jujur, dan berintegritas. Sementara itu, Tumpek Krulut sebagai hari kasih sayang dan keharmonisan menjadi pengingat pentingnya menjaga rasa cinta, kebersamaan, dan ketulusan dalam menjalankan tugas pelayanan publik. Pada kesempatan tersebut, KPU Kabupaten Badung juga mengundang seluruh Komisioner KPU Kabupaten Badung dari masa awal pembentukan hingga periode kepengurusan saat ini, sebagai bentuk penghormatan terhadap pengabdian para pendahulu serta upaya mempererat tali persaudaraan dan kesinambungan nilai-nilai kelembagaan. Persembahyangan bersama ini diikuti oleh jajaran Komisioner dan Sekretariat KPU Kabupaten Badung sebagai wujud penguatan spiritual, soliditas kelembagaan, serta komitmen bersama dalam mewujudkan lembaga penyelenggara pemilu yang profesional, beretika, dan berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal. Piodalan yang jatuh pada Hari Purnama Kapitu/Ketujuh dan kali ini bertepatan dengan Tumpek Krulut, Sabtu, 3 Januari 2025 dimaknai sebagai momentum untuk menumbuhkan rasa cinta kasih, keharmonisan, serta kehalusan budi dalam menjalankan tugas dan pelayanan publik, sejalan dengan nilai-nilai sraddha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. @kpu_ri @kpu_bali #KPUMelayani #KPU #KPUBadung #HumasKPUBadung #Badung #Bali

Start 2026 dengan Komitmen: KPU Badung Teken Perjanjian Kinerja & Pakta Integritas

KPU Kabupaten Badung membuka tahun dengan langkah penting melalui Penyusunan dan Penandatanganan Perjanjian Kinerja serta Pakta Integritas Tahun 2026. Kegiatan ini jadi penanda awal komitmen bersama untuk menjalankan tugas secara profesional, transparan, dan penuh tanggung jawab sejak start awal tahun. Ketua KPU Kabupaten Badung menegaskan bahwa komitmen tersebut bukan sekadar formalitas. “Implementasi pakta integritas dan perjanjian kinerja KPU Kabupaten Badung menjadi pondasi utama agar setiap program dan keputusan yang diambil tetap on track, berintegritas, dan bisa dipertanggungjawabkan,”. Sejalan dengan itu, Sekretaris KPU Kabupaten Badung menekankan peran sekretariat dalam mendukung kerja kelembagaan. “Dalam konteks fasilitasi terkait kegiatan yang akan diselenggarakan, perjanjian kinerja menjadi acuan agar dukungan administrasi, anggaran, dan layanan berjalan efektif dan tepat sasaran,” jelasnya. Lewat penandatanganan ini, KPU Kabupaten Badung menunjukkan keseriusan untuk kerja lebih terukur, solid, dan berintegritas di Tahun 2026. Bukan cuma tanda tangan di atas kertas, tapi komitmen nyata untuk kerja bareng, kerja cerdas, dan kerja tuntas. Jumat, 2 Januari 2026,

Pemilih Pemula Cerdas, Penentu Arah Demokrasi Badung

Badung – Demokrasi tidak hanya dimulai ketika seseorang telah memiliki hak pilih, tetapi perlu dipahami dan ditanamkan sejak dini. Generasi muda sebagai pemilih pemula memiliki peran strategis dalam menentukan arah kepemimpinan dan masa depan daerah. Berangkat dari semangat tersebut.  Ketua KPU Kabupaten Badung, I Gusti Ketut Gede Yusa Arsana Putra, dalam penyampaiannya menegaskan bahwa Pemilu merupakan instrumen penting dalam mencegah praktik kekuasaan yang dijalankan secara sewenang-wenang atau berdasarkan hukum rimba. Menurutnya, Pemilu menghadirkan legitimasi yang sah terhadap kekuasaan yang ada karena lahir dari pilihan rakyat. “Memilih bukan hanya soal kepentingan politik, tetapi tentang menentukan masa depan kita sendiri,” tegasnya di hadapan para siswa. Ia juga menekankan bahwa partisipasi dalam Pemilu merupakan bentuk tanggung jawab warga negara untuk memastikan kepemimpinan yang lahir benar-benar mencerminkan kehendak rakyat. Sementara itu, Anggota KPU Kabupaten Badung, Agung Rio Swandisara, menjelaskan bahwa Pemilu adalah wadah konstitusional bagi masyarakat untuk menyalurkan aspirasi dan memilih pemimpin serta wakil rakyat yang dinilai mampu mewakili suara mereka. Lebih lanjut, Agung Rio menekankan pentingnya menjaga integritas suara dalam Pemilu dengan menggunakan analogi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. “Suara itu ibarat kata sandi atau password akun media sosial kita. Ketika menerima politik uang, sama artinya dengan menyerahkan password tersebut kepada orang lain, yang berpotensi disalahgunakan,” jelasnya. Melalui kegiatan sosialisasi ini, KPU Kabupaten Badung berharap para siswa sebagai pemilih pemula dapat memahami pentingnya menggunakan hak pilih secara sadar, mandiri, dan bertanggung jawab, serta menolak segala bentuk praktik yang dapat merusak kualitas demokrasi. Kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Pemula ini berlangsung di SMA Negeri 1 Petang, Rabu 17 Desember 2025 dan diikuti oleh siswa-siswi sebagai calon pemilih pemula, dengan antusiasme tinggi dalam sesi pemaparan dan diskusi.

Kesiapan Administrasi dan Keuangan sebagai Pilar Akuntabilitas KPU Badung

Tata kelola administrasi dan keuangan yang tertib, transparan, dan akuntabel merupakan fondasi penting dalam mendukung kepercayaan publik terhadap penyelenggara Pemilu. Dalam rangka persiapan pelaksanaan pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), Sekretaris KPU Provinsi Bali, I Made Oka Purnama memberikan arahan kepada seluruh jajaran Sekretariat KPU Kabupaten Badung terkait kesiapan administrasi dan keuangan. Dalam arahannya, Sekretaris KPU Provinsi Bali, Oka Purnama menekankan pentingnya kesiapan administrasi, kelengkapan dokumen pertanggungjawaban keuangan, serta kesesuaian antara pelaksanaan kegiatan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Seluruh proses pengelolaan anggaran diharapkan dapat disajikan secara jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia juga mengingatkan agar jajaran Sekretariat KPU Kabupaten Badung melakukan pengecekan dan penataan dokumen secara cermat, tertib, dan sistematis. Selain itu, koordinasi lintas bagian menjadi perhatian utama guna memastikan setiap unit kerja memahami peran dan tanggung jawabnya masing-masing dalam mendukung kelancaran pemeriksaan BPK RI. Menindaklanjuti arahan tersebut, KPU Kabupaten Badung berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapan internal melalui penguatan koordinasi, pembenahan administrasi, serta pemenuhan seluruh data dan dokumen yang dibutuhkan dalam proses pemeriksaan. Upaya ini merupakan bagian dari langkah berkelanjutan KPU Kabupaten Badung dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang profesional, transparan, akuntabel, dan berintegritas.

Suara Anak Hari Ini Menentukan Wajah Badung Esok Hari

Badung – Demokrasi tidak tumbuh secara instan ketika seseorang telah memiliki hak pilih. Nilai-nilai demokrasi perlu ditanamkan sejak dini melalui pendekatan yang dekat dengan dunia anak-anak. Berangkat dari semangat tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung menyelenggarakan kegiatan Penyerahan Piagam Penghargaan Lomba Menggambar dengan tema “Suara Kami Untuk Badung” bagi peserta tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK. Ketua KPU Kabupaten Badung, I Gusti Ketut Gede Yusa Arsana Putra, dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan demokrasi dapat disampaikan melalui berbagai media, salah satunya melalui seni menggambar. Menurutnya, lomba ini bukan semata-mata kompetisi, melainkan sarana menanamkan nilai kesatria sejak dini, yakni keberanian untuk berkompetisi secara sehat dan sikap menghargai hasil. “Orang boleh berkontestasi, tetapi ketika ada pemenang, semua harus menerima dan menghormati hasilnya. Keberanian untuk berpartisipasi adalah juara yang sesungguhnya,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan Pemilu 2024 di Kabupaten Badung tercermin dari diterimanya hasil pemilu oleh masyarakat secara dewasa dan bertanggung jawab. Arahan Ketua KPU Provinsi Bali yang diwakili oleh Anggota KPU Provinsi Bali, I Gede John Darmawan, menempatkan anak-anak sebagai pusat perhatian dalam pembangunan demokrasi. Ia menilai seluruh karya peserta memiliki pesan yang kuat dan merefleksikan harapan tulus terhadap masa depan Badung. “Badung memiliki posisi strategis bagi Bali. Apa yang terjadi di Badung akan berdampak pada daerah lain. Suara untuk Badung pada akhirnya adalah suara untuk Bali,” ungkapnya. Sementara itu, Anggota KPU Kabupaten Badung, Agung Rio Swandisara, dalam laporan kegiatan menyampaikan bahwa lomba menggambar ini merupakan bagian dari refleksi Pilkada Badung 2024. Anak-anak diajak menangkap visi dan misi yang disampaikan dalam proses pilkada, kemudian menuangkannya ke dalam karya visual. Dari karya yang masuk, isu lingkungan khususnya persoalan sampah menjadi perhatian utama yang disuarakan para peserta. KPU Badung juga berencana menghadirkan Bupati Badung untuk melihat langsung karya-karya tersebut sebagai bentuk penyampaian aspirasi generasi muda. Adapun pemenang lomba tingkat sekolah dasar, Juara I diraih oleh I Gusti Ayu Agung Candakirana Adelika dari SD Negeri 1 Jagapati melalui karya Suara Cinta Untuk Badung. Juara II diraih oleh Ni Made Sri Gauri Ningsih dari SD Negeri 4 Kuta dengan karya Pilkada di Daerah Badung, dan Juara III diraih oleh Putu Athalia Putri Dwinartha dari SD Negeri 3 Mengwi melalui karya Suara Untuk Badung. Pada tingkat sekolah menengah pertama, Juara I diraih oleh Ni Ketut Ayu Thearisma Dewi dari SMP Negeri 2 Mengwi dengan karya Jejak Demokrasi Cilik. Juara II diraih oleh Ni Putu Vio Pramesti dari SMP Negeri 2 Kuta dengan karya Di Atas Tanah yang Kami Warisi, sedangkan Juara III diraih oleh Ida Ayu Nyoman Adinda Paramitha dari SMP Negeri 1 Mengwi melalui karya Kekacauan yang Mencekik. Sementara itu, pada tingkat sekolah menengah atas, Juara I diraih oleh I Dewa Ayu Padmatriana Yamaswarie dari SMA Negeri 1 Kuta Utara melalui karya Jari Ungu, Janji Badung. Juara II diraih oleh I Gusti Ngurah Hari Wijaya dari SMA Negeri 1 Kuta Utara dengan karya Pemilih Berdaulat, Badung Kuat, dan Juara III diraih oleh Muhamad Rizki Bayu Pratama dari SMA Negeri 2 Kuta Selatan melalui karya Untuk Badung. Sebagai bentuk apresiasi sekaligus edukasi publik, sepuluh karya terbaik akan dipajang di Democracy Creative Space KPU Kabupaten Badung, sebagai ruang publik kreatif untuk menyuarakan pesan demokrasi, kepedulian lingkungan, dan harapan generasi muda terhadap masa depan daerah. Kegiatan Penyerahan Piagam Penghargaan Lomba Menggambar ini dilaksanakan pada Senin, 15 Desember 2025, bertempat di Ruang Rapat Nayakottama, Gedung KPU Kabupaten Badung, Graha Pemilu Alaya Giri Nata.

PERAN PEREMPUAN DAN DISABILITAS MERUPAKAN SUBJEK DEMOKRASI BUKAN BAGIAN DARI POLITIK BELAS KASIHAN

Peran perempuan dalam demokrasi bukan sekadar memenuhi kuota, isu disabilitas bukan isu kelemahan, tetapi isu pengakuan hak sebagai warga negara. Tidak ada demokrasi yang benar-benar berjalan bila ada sebagian warganya yang tidak dapat mengakses ruang politik karena hambatan fisik, informasi, maupun sikap sosial. Dua kelompok besar ini tidak boleh menjadi penonton dalam proses demokrasi, melainkan aktor utama yang harus dilibatkan secara penuh, demikian disampaikan Ni Putu Rulyana Kusuma Wardani sebagai keynote speaker sekaligus membuka Webinar yang bertema “Suara Tanpa Batas: Perempuan dan Disabilitas dalam Ruang Demokrasi” Webinar menghadirkan dua narasumber diantaranya adalah narasumber dari Bali Sruti, Dr. Gede Wirata, S.Sos., SH., M.A.P, Ia menyoroti rendahnya tingkat partisipasi perempuan dalam berpolitik yang belum mencapai tiga puluh persen dalam penyelenggaraan Pemilu maupun Pemilihan disebabkan masih adanya beragam tantangan yang dihadapi kelompok perempuan untuk terjun pada dunia politk yang meliputi faktor Patriaki, mahalnya biaya politik, beban domestik, hingga kekerasan berbasis gender dan kekerasan digital. Sedangkan bagi penyandang disabilitas masih terbentur pada permasalahan klasik seperti aksesibilitas pada TPS yang belum sepenuhnya ramah penyandang difabel, keterbatasan alat bantu logistik pemilu, informasi yang tidak memadai, dan pendataan pemilih difabel yang belum akurat.  Dr. Wirata menegaskan secara regulasi hak politik perempuan dan disabilitas telah dijamin secara hukum serta diperkuat oleh aturan-aturan teknis KPU terkait aksesibilitas TPS dan layanan pemilih. Meski demikian, langkah – langkah dengan sentuhan budaya lokal, kolaborasi dengan unsur adat serta penguatan pendidikan pemilih berkelanjutan sangat perlu dilakukan oleh penyelenggara pemilu kedepannya sehingga dalam prakteknya segmen perempuan dan disabilitas akan menjadi subjek demokrasi bukan pelengkap demokrasi atau menjadi bagian dari politik belas kasihan,” tegasnya. Pada kesempatan yang sama narasumber dari Akademi Pemilu dan Demokrasi, I Gusti Ngurah Bagus Cahya Sasmita, ST, dengan materi bertajuk “Suara Pemilih Perempuan serta Difabel di Badung dan Bali dalam Ruang Demokrasi”. Melalui survei kecil, ia menemukan bahwa sebagian pemilih perempuan enggan memilih kandidat perempuan karena menilai aspirasi mereka belum tersalurkan. Ia juga menyoroti hambatan partisipasi kualitatif seperti apatisme, skeptisisme, sikap apriori, hingga fanatisme politik yang menghambat kemampuan berpikir rasional. “untuk meningkatkan partisipasi pemilih perlu didorong terciptanya kelompok pemilih rasional dalam Pemilu yang mempunyai pola pikir logis dan berpikir kritis. Penyelenggara pemilu diharapkan mampu menggandeng penggiat media sosial dalam mewujudkan pemilih rasional karena penggiat media sosial mempunyai dampak dan pengaruh yang lebih besar dalam membangun opini publik dalam meningkatkan partisipasi politik”, jelasnya. Pada sesi diskusi, aktivis penyandang difabel Harisandy dari SLB N 1 Badung mempertanyakan minimnya kesempatan kepada penyandang difabel untuk terpilih dan duduk pada dewan legislatif di parlemen untuk menyuarakan aspirasi penyandang disabilitas. menanggapi hal tersebut kedua narasumber sepakat bahwa semua warga negara mempunyai hak dan kedudukan yang sama dihadapan hukum untuk memilih dan dipilih. Kelompok disabilitas mampu melakukan perjuangan secara bersama - sama penyampaian aspirasi kepada DPR dan dengan memperkuat konsolidasi internal dalam komunitas difabel yang ada di wilayah masing-masing. webinar KPU Kabupaten Badung “Suara Tanpa Batas: Perempuan dan Disabilitas dalam Ruang Demokrasi” digelar secara daring Jumat (12/12), dengan menghadirkan peserta dari unsur akademisi, organisasi dan perhimpunan perempuan, penyandang difabel dan mahasiswa. Gelaran webinar merupakan salah satu upaya berkelanjutan dari KPU Kabupaten Badung untuk memperluas pendidikan pemilih inklusif, memperkuat jejaring dengan komunitas perempuan dan penyandang disabilitas, serta memastikan setiap warga tanpa terkecuali memiliki akses dan kesempatan yang setara dalam ruang demokrasi.