Genzmocracy: Saatnya Generasi Muda Jadi Penentu, Bukan Sekadar Penonton Demokrasi
Peningkatan literasi politik generasi muda menjadi kunci dalam membangun demokrasi yang berkualitas, di mana setiap suara memiliki arti penting dalam menentukan arah pembangunan. Edukasi politik tidak hanya mendorong partisipasi, tetapi juga membentuk pemilih yang kritis, berintegritas, dan mampu menangkal berbagai tantangan demokrasi seperti hoaks dan politik uang. Anggota KPU Kabupaten Badung, Agung Rio Swandisara, hadir sebagai narasumber sekaligus peserta dengan mengangkat pendekatan yang relevan bagi generasi muda melalui konsep “Genzmocracy”. Ia membuka diskusi dengan realitas yang kerap terjadi di kalangan anak muda, seperti sikap apatis terhadap politik, kebiasaan menyebarkan informasi tanpa verifikasi, hingga normalisasi praktik politik uang. Menurutnya, kondisi tersebut bukan semata karena kurangnya informasi, melainkan belum tumbuhnya kesadaran akan dampak nyata dari setiap pilihan politik. Dalam pemaparannya, ditegaskan bahwa demokrasi sejatinya menempatkan kedaulatan di tangan rakyat, dan pemilu menjadi instrumen utama untuk menentukan masa depan. Prinsip one person, one vote, one value menjadi fondasi bahwa setiap individu memiliki kekuatan yang setara dalam menentukan arah kebijakan. “Ketika satu suara tidak digunakan, maka secara tidak langsung kita menyerahkan masa depan kepada orang lain,” menjadi pesan kuat yang disampaikan untuk menggugah kesadaran peserta. Lebih mendalam, peserta diajak memahami konsekuensi dari sikap tidak peduli terhadap politik. Ketika generasi muda memilih untuk diam atau tidak berpartisipasi, peluang terpilihnya pemimpin yang tidak berkualitas semakin besar. Hal ini berpotensi memicu kebijakan yang tidak berpihak pada kepentingan publik, meningkatnya praktik korupsi, hingga terabaikannya isu-isu strategis yang dekat dengan kehidupan anak muda seperti pendidikan, lapangan kerja, dan lingkungan. Sebagai solusi, Agung Rio Swandisara mendorong generasi muda untuk mulai mengambil peran aktif dalam demokrasi. Langkah sederhana seperti mencari informasi dari sumber terpercaya, melakukan cek fakta sebelum menyebarkan informasi, menolak politik uang, serta hadir di TPS untuk menggunakan hak pilih secara sadar menjadi bagian penting dalam membangun budaya politik yang sehat. Selain itu, generasi muda juga diajak untuk berani berpikir kritis, menghargai perbedaan pilihan, serta menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya. Kegiatan ini merupakan Sub Kegiatan Pelaksanaan Kebijakan di Bidang Pendidikan Politik, Etika Budaya Politik, Peningkatan Demokrasi, serta fasilitasi kelembagaan pemerintahan, perwakilan dan partai politik, pemilu/pemilihan kepala daerah serta pemantauan situasi politik di daerah yang diselenggarakan oleh Kesbangpol Kabupaten Badung, bertempat di SMK Negeri 1 Petang pada Rabu, 15 April 2026.