Upaya menghadirkan pendidikan pemilih yang lebih kontekstual, inklusif, dan dekat dengan masyarakat terus dilakukan KPU Kabupaten Badung melalui penguatan kolaborasi lintas sektor. Dengan memadukan nilai-nilai demokrasi dan kearifan lokal, sosialisasi kepemiluan diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman teknis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran publik akan pentingnya partisipasi, integritas, serta karakter kepemimpinan yang selaras dengan budaya Bali.
Ketua KPU Kabupaten Badung, I Gusti Ketut Gede Yusa Arsana Putra, menyampaikan bahwa KPU Badung berkomitmen mengembangkan pelaksanaan kolaborasi pendidikan pemilih yang terintegrasi dengan berbagai aktivitas seni dan budaya di Kabupaten Badung. Menurutnya, keberhasilan program kepemiluan tidak dapat berjalan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi yang kuat antara KPU, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan agar pesan demokrasi tersampaikan secara efektif dan berkelanjutan.
Audiensi tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, Drs. I Gde Eka Sudarwitha, S.Sos., M.Si. Ia menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung siap mendukung berbagai program positif KPU, khususnya yang mendorong peningkatan partisipasi masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan sosialisasi Pemilu dan Pemilihan yang tidak hanya berfokus pada tata cara pencoblosan, tetapi turut menyisipkan nilai-nilai kearifan lokal sebagai identitas budaya Bali. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan apresiasi terhadap maskot Pilkada KPU Badung yang mengangkat figur Nayakottama sebagai representasi kearifan lokal Bali.
Lebih lanjut, audiensi ini menyoroti peran strategis seni dan budaya di Bali sebagai media komunikasi sosial, pendidikan, bahkan politik. Selama ini, berbagai bentuk seni tradisi kerap dikemas sesuai dengan tema-tema aktual sehingga mampu menyampaikan pesan tentang kepemimpinan, tanggung jawab, dan demokrasi secara halus, namun tetap bermakna. Melalui media budaya yang dekat dengan kehidupan masyarakat, nilai-nilai demokrasi dapat diterjemahkan secara lebih mudah dipahami.
Menjelang momentum kepemiluan 2026–2027, KPU Kabupaten Badung mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi pendidikan pemilih berbasis pendekatan budaya. Sinergi ini diharapkan tidak hanya menyosialisasikan kepemiluan, tetapi juga membentuk kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memilih pemimpin yang berintegritas, beretika, dan sejalan dengan nilai-nilai demokrasi serta kearifan lokal. Untuk itu, diskusi teknis dan perencanaan lanjutan akan terus dilakukan bersama para pihak terkait.
Audiensi tersebut dilaksanakan pada Kamis, 15 Januari 2026, bertempat di Kantor Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung.