KPU Badung Dorong Pendidikan Pemilih Berbasis Budaya untuk Gaet Pemilih Muda
#TemanPemilih - Upaya meningkatkan partisipasi dan pemahaman politik pemilih pemula dan pemilih muda terus dilakukan KPU Kabupaten Badung melalui pendekatan yang lebih inklusif dan dekat dengan keseharian generasi muda. Salah satunya dengan mengintegrasikan unsur seni dan budaya lokal dalam kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih agar pesan demokrasi lebih mudah diterima, menarik, dan tidak terkesan kaku atau formal.
Komitmen tersebut disampaikan Anggota KPU Kabupaten Badung, Agung Rio Swandisara, saat melakukan koordinasi dengan Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Badung. Dalam pertemuan itu, Agung Rio menegaskan pentingnya inovasi metode sosialisasi, mengingat selama ini pendidikan pemilih kerap dipersepsikan terlalu formal dan kurang diminati oleh kalangan muda. Menurutnya, pendekatan berbasis budaya lokal diharapkan mampu mengubah cara pandang generasi muda bahwa demokrasi tidak sekadar dimaknai sebagai aktivitas “nyoblos” semata, melainkan sebuah proses partisipasi yang lebih luas dan bermakna.
Gagasan tersebut mendapat sambutan positif dari Anak Agung Gde Rahma Putra Tim Komite EKRAF Kabupaten Badung. Ia menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dan mengapresiasi terobosan KPU Badung yang membuka ruang kolaborasi antara demokrasi dan seni budaya. Menurutnya, pengemasan pendidikan pemilih melalui medium kreatif dapat menjadi cara efektif untuk menyentuh kesadaran politik generasi muda secara lebih natural dan menyenangkan.
Koordinasi antara KPU Kabupaten Badung dan Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Badung ini dilaksanakan di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, pada Senin, 26 Januari 2026.