Sosialisasi

OGOH-OGOH SAPA SIRA: Mencari Kebenaran Dharma

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung terus memperkuat pendekatan pendidikan pemilih yang adaptif dan kontekstual melalui program “Kriya Loka Yowana: Demokrasi Berbudaya”, sebuah upaya strategis untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda Bali melalui medium budaya lokal. Dalam program ini, Ogoh-ogoh tidak hanya diposisikan sebagai karya seni dan ekspresi kreativitas yowana, tetapi juga sebagai media reflektif untuk membaca realitas sosial, etika publik, dan tantangan demokrasi kontemporer, termasuk maraknya disinformasi dan hoaks di ruang publik. Ogoh-ogoh menjadi simbol proses demokrasi itu sendiri lahir dari musyawarah, perbedaan pandangan, pembagian peran, serta tanggung jawab kolektif. Nilai-nilai tersebut relevan dengan tantangan demokrasi hari ini yang menuntut kedewasaan berpikir, kehati-hatian menyimpulkan informasi, serta kesadaran etis dalam menyikapi perbedaan. Dalam salah satu rangkaian kegiatan Kriya Loka Yowana, KPU Badung mengkaji Ogoh-ogoh berjudul “SAPA SIRA” karya ST. YUDHA MUKA, Banjar Dajan Peken, Desa Adat Mengwitani. (4/2) Karya ini mengangkat episode monumental dalam wiracarita Mahabharata, yakni saat Sri Krishna menampakkan wujud Vishvarupa (Wujud Kosmik) kepada Arjuna sebagaimana tertuang dalam Bab 11 Bhagavad Gita. Kisah tersebut berangkat dari kegelisahan Arjuna yang dilanda keraguan sebelum Perang Kurukshetra dimulai. Arjuna enggan bertempur karena melihat lawan-lawannya adalah keluarga dan orang-orang terdekatnya. Dalam kondisi batin yang bimbang, Krishna kemudian membuka tabir wujud sejatinya, memperlihatkan realitas yang utuh bahwa kebenaran tidak selalu dapat dipahami dari satu sudut pandang semata. Anggota KPU Kabupaten Badung, Agung Rio Swandisara, menegaskan bahwa pesan utama Ogoh-ogoh “SAPA SIRA” sangat relevan dengan tantangan demokrasi di era banjir informasi. “Ogoh-ogoh ‘SAPA SIRA’ mengajarkan nilai penting dalam demokrasi modern, yakni jangan tergesa-gesa menyimpulkan informasi, apalagi yang bersumber dari hoaks dan potongan narasi yang menyesatkan. Seperti Arjuna yang ragu dan memilih mencari kebenaran sebelum bertindak, masyarakat demokratis juga harus kritis, bijak, dan beretika dalam menerima serta menyebarkan informasi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa demokrasi yang sehat hanya dapat tumbuh jika warga memiliki kesadaran untuk memverifikasi informasi, membuka ruang dialog, dan tidak terjebak pada emosi maupun prasangka. “Demokrasi bukan hanya soal memilih, tetapi juga soal cara berpikir, cara menyaring informasi, dan cara mengambil keputusan secara bertanggung jawab,” tambahnya. Sementara itu, Komang Yudha, selaku Undagi dan Konseptor Ogoh-ogoh ST. YUDHA MUKA, menjelaskan bahwa judul “SAPA SIRA” dimaknai sebagai ajakan reflektif agar masyarakat tidak mudah menghakimi sebelum memahami kebenaran secara utuh. "SAPA SIRA adalah pesan agar kita tidak membuat kesimpulan sebelum mengetahui yang sebenarnya. Dalam konteks hari ini, pesan ini sangat relevan dengan fenomena hoaks. Banyak orang bereaksi cepat tanpa memahami keseluruhan informasi, seperti Arjuna yang ragu sebelum memperoleh pengetahuan sejati dari Krishna,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa visualisasi Vishvarupa dalam Ogoh-ogoh ini melambangkan keterbukaan kesadaran dan keluasan perspektif, bahwa kebenaran membutuhkan proses, kejernihan batin, dan kedewasaan berpikir. “Seperti wahyu Vishvarupa yang membuka mata Arjuna, masyarakat juga diajak untuk membuka kesadaran tidak mudah percaya, tidak mudah menyebar, dan tidak mudah menghakimi,” imbuhnya. Melalui Kriya Loka Yowana: Demokrasi Berbudaya, KPU Badung menegaskan komitmennya untuk membangun demokrasi yang tidak hanya prosedural, tetapi juga berlandaskan literasi informasi, kesadaran kritis, etika publik, dan tanggung jawab sosial. Ogoh-ogoh “SAPA SIRA” menjadi pengingat bahwa dalam demokrasi, kebenaran harus dicari, bukan disimpulkan secara tergesa-gesa, terlebih dari berita hoaks.

KUPU-KUPU TARUM: KPU Badung Gali Nilai Demokrasi di Ogoh-Ogoh ST. ARMADA Muncan

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung terus mengembangkan pendekatan kreatif dalam pendidikan pemilih melalui program “Kriya Loka Yowana: Demokrasi Berbudaya”, sebuah inisiatif untuk menggali kreativitas lokal generasi muda Bali dalam membumikan nilai-nilai demokrasi melalui budaya Bali. Melalui program ini, KPU Badung memanfaatkan ekspresi budaya lokal salah satunya tradisi Ogoh-ogoh sebagai medium edukasi demokrasi yang kontekstual, reflektif, dan dekat dengan dunia generasi muda. Ogoh-ogoh tidak hanya menjadi karya seni dan ekspresi kreativitas yowana (generasi muda), tetapi juga merefleksikan nilai kebersamaan, musyawarah, pembagian peran, serta tanggung jawab kolektif. Proses pembuatannya yang melibatkan partisipasi aktif dan kerja sama mencerminkan praktik demokrasi dalam kehidupan sosial masyarakat. Dalam salah satu karya Ogoh-ogoh yang dikaji dalam rangkaian program Kriya Loka Yowana pada 28 Januari 2026 kemarin di Sekaa Teruna Arsa Manu Abdi Dharma (ARMADA) Banjar Muncan, Kapal, Mengwi - Badung, undagi atau konseptor menghadirkan simbol Kupu-Kupu Tarum yang berderet dan saling terhubung. Konsep ini menggambarkan keindahan yang lahir dari perjuangan, sekaligus menegaskan bahwa kekuatan kolektif dan keterhubungan antarindividu menjadi fondasi penting dalam membangun harmoni sosial dan kepemimpinan yang berkelanjutan. Anggota KPU Kabupaten Badung, Agung Rio Swandisara, menegaskan bahwa pendekatan berbasis budaya merupakan strategi penting untuk menanamkan nilai demokrasi kepada generasi muda.  “Melalui program Kriya Loka Yowana, kami ingin menegaskan bahwa demokrasi tidak hanya hadir dalam bilik suara, tetapi juga hidup dalam budaya, kreativitas, dan praktik sosial masyarakat. Ogoh-ogoh menjadi media reflektif yang mengajarkan tentang proses, kebersamaan, musyawarah, serta tanggung jawab kolektif. Simbol Kupu-Kupu Tarum yang saling terhubung mengajarkan bahwa kekuatan demokrasi lahir dari kerja bersama, perjuangan kolektif, dan kesadaran akan peran masing-masing dalam membangun keindahan sosial dan kepemimpinan yang berintegritas,” ujarnya. Sementara itu, Adit dan Esa, selaku Undagi Ogoh-ogoh ST. ARMADA Muncan, menjelaskan bahwa konsep Kupu-Kupu Tarum terinspirasi dari pamor Keris Kupu-Kupu Tarum, yang secara filosofis melambangkan keindahan, kewibawaan, perlindungan, kemuliaan jiwa, serta proses panjang menuju kesempurnaan. “Kami mengambil inspirasi dari pamor Keris Kupu-Kupu Tarum yang melambangkan keindahan yang lahir dari ketekunan, kekuatan batin, dan kematangan spiritual. Dalam Ogoh-ogoh ini, Kupu-Kupu Tarum menjadi simbol semangat perjuangan menuju keindahan bahwa setiap keindahan sejati lahir dari proses panjang, kesabaran, dan kerja keras,” jelas Adit dan Esa. Mereka menambahkan bahwa deretan kupu-kupu yang saling terhubung merepresentasikan persatuan, gotong royong, dan keterikatan antarindividu, sebagaimana dalam kehidupan bermasyarakat dan berdemokrasi. “Hubungan antar kupu-kupu kami maknai sebagai pesan bahwa harmoni, kepemimpinan, dan kekuatan kolektif hanya dapat terwujud melalui perjuangan bersama. Seperti pamor keris yang terbentuk melalui proses panjang dan penuh disiplin, demokrasi pun lahir dari proses, etika, dan tanggung jawab,” tambah mereka Melalui program Kriya Loka Yowana: Demokrasi Berbudaya, KPU Badung menegaskan bahwa demokrasi tidak hanya hadir dalam proses elektoral, tetapi juga tumbuh dan hidup dalam tradisi, simbol, dan ekspresi budaya masyarakat. Nilai kepemimpinan berintegritas, partisipasi aktif, gotong royong, serta semangat perjuangan menuju keindahan dan kematangan demokrasi menjadi pesan utama yang ingin ditanamkan, khususnya kepada generasi muda Bali.

Jelang Penertiban APK, KPU Badung Kumpulkan Parpol

KPU Badung – Sehubungan dengan penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) sebelum hari pemungutan dan penghitungan suara dalam Pemilu 2024. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung melaksanakan sosialisasi persiapan masa tenang dan penertiban Alat Peraga Kampanye Pemilu 2024 di Kabupaten Badung, sekitar pukul 10.00 Wita, bertempat di Gedung Graha Pemilu Alaya Giri Nata, Kamis (08/02/2024). Undangan yang hadir yakni Anggota Bawaslu Badung, I Wayan Semara Cipta, perwakilan Badan Kesbangpol Badung, Polresta Denpasar, Polres Badung dan Kodim 1611/Badung serta perwakilan Partai Politik Se-Kabupaten Badung. KPU Badung mengundang pula Ketua Tim Kampanye Daerah Paslon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo – Gibran Koalisi Indonesia Maju Kabupaten Badung, Ketua Tim Pemenangan Daerah Paslon Presiden & Wakil Presiden Nomor Urut 3 Kab. Badung serta Ketua Tim Nasional Paslon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 1 Kabupaten Badung. Sedangkan dari KPU Badung hadir Ketua KPU Badung, I Gusti Ketut Gede Yusa Arsana Putra didampingi Anggota KPU Badung serta Sekretaris KPU Badung. Sebagai Pemateri adalah Anggota KPU Badung Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Parmas dan SDM, Agung Rio Swandisara, “Kepada Peserta Pemilu, mulai tanggal 11 Februari 2024 aktivitas kampanye sudah dihentikan,”ucapnya. Terungkap pula bahwa para Stakeholder yang hadir pada intinya berkomitmen untuk selalu berkoordinasi, menjaga ketertiban dan mengharapkan Pemilu 2024 berjalan aman dan lancar. “Saya sampaikan apresiasi kepada semua Instansi terkait dan Peserta Pemilu sehingga sampai saat ini semuanya berjalan lancar dan dalam penurunan APK nanti dilandasi dengan niat baik,” ungkap Ketua KPU Badung menjelang berakhirnya acara. (Humas KPU Badung).

Tingkatkan Partisipasi Pemilu 2024, KPU Badung ke Lapas Kerobokan

KPU Badung – Untuk meningkatkan partisipasi Pemilih pada Pemilu Serentak 2024 yang akan digelar pada hari Rabu tanggal 14 Februari 2024 mendatang, KPU Kabupaten Badung melaksanakan sosialisasi tahapan Pemilu di Lapas Klas IIA Kerobokan, Jumat (26/01/2024). Adapun Komisioner KPU Badung yang hadir untuk memberikan sosialisasi yakni Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Parmas dan SDM, Agung Rio Swandisara. Kegiatan dibagi dalam 2 sesi yaitu pukul 09. 00 Wita sosialisasi dilaksanakan di Lapas Laki-Laki dengan Peserta yang berasal dari Penghuni Lapas yang hadir sekitar 100 Orang. Di sesi kedua, kegiatan dilaksanakan di Lapas Perempuan sekitar pukul 15.00 Wita yang dihadiri kurang lebih 50 Orang. (Humas KPU Badung).

Sosialisasikan Pemilu 2024, KPU Badung Nobar

KPU Badung – Dalam rangka meningkatkan partisipasi Pemilih dalam Pemilu Serentak 2024, KPU Kabupaten Badung menyelenggarakan sosialisasi tahapan Pemilu 2024 melalui kegiatan Nonton Bareng (Nobar) film, “Kejarlah Janji,” sekitar pukul 10.00 Wita, bertempat di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Kamis (14/12/2023). Dalam kesempatan ini, KPU Badung mengundang Forkopimda Badung, KPU Provinsi Bali, PPK & PPS Se-Badung, Bawaslu Badung OPD Se-Badung, Pimpinan dan LO Parpol serta Forkopimcam. Diundang pula Karang Taruna Se-Badung, FKUB, MDA, Paiketan Krama Istri, Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung dan komunitas disabilitas. KPU Badung juga mengundang Perbekel & Lurah Se-Badung, SMA & SMK serta media. Dari KPU Badung sendiri dihadiri oleh Ketua dan Anggota KPU Badung, Sekretaris KPU Badung beserta Jajaran Sekretariat KPU Badung. “Sebagaimana Kita ketahui bahwa Pemilihan Umum mengamanatkan Pemilu diselenggarakan dengan partisipasi Masyarakat, yang salah satunya dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi Pemilu dan pendidikan politik bagi Pemilih. Terdapat beberapa sasaran Pemilih diantaranya adalah Pemilih pemula dan Pemilih muda. Pemilih pemula adalah Pemilih yang baru pertama kali akan menggunakan hak suara nya dalam penyelenggaraan Pemilu, sedangkan Pemilih muda adalah Pemilih yang berusia sekitar 17- 40 tahun. Dilihat dari rentang usia Pemilih muda bisa dikategorikan dalam kelompok milenial, gen x dan gen z. Jumlah Pemilih muda sekitar 107 juta Orang atau 53-55% dari total jumlah Pemilih pada Pemilu tahun 2024. Jumlah ini sangat potensial dalam upaya-upaya peningkatan partisipasi Masyarakat dalam penyelenggaraan Pemilu tahun 2024. Dalam menyasar sasaran Pemilih pemula dan Pemilih muda, Perguruan Tinggi dan Pesantren menjadi salah satu kelompok strategis dalam upaya peningkatan partisipasi Masyarakat. Suatu kehormatan bagi Kami sebagai Penyelenggara, khususnya KPU Provinsi Bali dan KPU Kabupaten badung berdiri ditengah-tengah Bapak/Ibu sekalian dalam rangkaian acara ini, dengan penuh semangat untuk bersama-sama menyaksikan pemutaran film “Kejarlah Janji”. Ingat, jangan lupa hadir dan menggunakan hak pilih pada hari Rabu, 14 Februari 2024 dan untuk memastikan Kita dapat hadir memilih, mari Kita bersama-sama pastikan apakah Kita sudah terdaftar pada Daftar Pemilih Tetap atau DPT dengan cara klik cekdptonline.kpu.go.id,” hal itu terungkap dalam sambutan KPU Bali yang dibacakan salah satu Pejabat Struktural KPU Bali.(Humas KPU Badung).

Populer

Belum ada data.