Berita Terkini

KPU Badung Ikuti FGD Parmas Dalam Menyongsong Pemilu 2019 DAN Pilkada Serentak 2018 di KPU Provinsi Bali

 

 

Menjelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Tahun 2018 KPU Provinsi mengadakan acara Focus Grup Discussion (FGD), Kamis (22/11/2017) bertempat di ruang rapat KPU Prov Bali di Denpasar.

 

Dalam acara rapat tersebut dihadiri oleh Plh Ketua dan anggota KPU Bali, Ketua dan Anggota Divisi Sosialisasi Partisimasi Masyarakat KPU Kab/kota Se-Bali, akademisi dari berbagai Universitas/Institut di Denpasar, perwakilan partai politik dan Stekeholder terkait lainnya.

 

Pada kesempatan ini ketua KPU Badung diwakili oleh I Wayan Artana Dana dan Ni Luh Nesia Padma Gandi untuk menghadiri acara FGD di KPU Provinsi Bali.

 

Dalam acara FGD dibuka oleh DR I Wayan Jondra selaku Plh Ketua KPU Bali sekaligus membuka acara pada hari ini menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh undangan yang mana untuk mencapai kesuksesan pemilu atau pemilihan tidak saja merupakan tanggung jawab KPU namun merupakan tanggung jawab semua pihak, dimana partisipasi masyarakat sangat berperan penting.

 

‘’Partisipasi pemilih tidak hanya penting pada hari H pemilihan, namun juga sebelum hari pemungutan suara”, jelas Plh Ketua KPU Provinsi Bali.

 

Tujuan dilaksanakannya acara FGD ini dengan maksud untuk mendapatkan saran atau masukan dari berbagai pihak sehingga dalam perhelatan pesta demokrasi ini diharapkan masyarakat dapat melaksanakan pemilu atau pemilihan dengan gembira yang bertujuan akhir naiknya peran serta dan tingkat partisipasi pemilih

 

Pada kesempatan ini Anggota KPU Provinsi Bali Divisi Sosialisasi, DR Ni Wayan Widhiastini, S.Sos., M.Si yang bertindak selaku moderator menyatakan “bahwa makna partisipasi tidak lain adalah tentang kehadiran pemilih di TPS dimana dari target nasional 77.5% beberapa Kab/kota di Bali tingkat partisipasinya masih di bawah itu sehingga ada beberapa model sosialisasi yang dikembangkan oleh KPU saat ini diantaramya adalah sosialisasi berbasis keluarga, dari lingkup kecil diharapkan bisa menyentuh semua segmen secara menyeluruh”, ulasnya.

 

“Dari kelompok umur pemilih paling mendominasi adalah umur 35- 44 tahun, dengan media sosialisasi yang paling diminati adalah hiburan dan media sosial salah satunya adalah (facebook sebagai media social yang banyak diminati masyarakat luas”, jelasnya kembali.

 

Dalam kesempatan ini semua peserta FGD diharapkan menjadi peserta aktif ini, yang mana baik dari masing-masing akademisi, perwakilan steakholder yang hadir memberikan tanggapan, usulan dan saran kepada KPU Provinsi Bali terkait partisipasi pemilih.

 

Acara ditutup dengan penyampaian sosialisasi terkait pemilihan anggota DPD dan informasi terkini bahwa KPU bersinergi dengan Disduscapil di Bali dalam melakukan Perekaman KTP elektronik di tingkat Kabupaten/kota.

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 997 kali