Berita Terkini

ARSIP ADALAH NYAWA : KPU BADUNG PERKUAT MITIGASI DOKUMEN ARSIP PEMILU DAN PEMILIHAN

#Teman Pemilih – Arsip adalah nyawa, hal itu diungkapkan Arsiparis Ahli Muda, Nengah Wati selaku narasumber dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Badung dalam Rapat Mitigasi Keselamatan Penyimpanan Arsip Dokumen Pemilu dan Pemilihan. “Arsip itu adalah nyawa, mari Kita jaga dengan baik. Klasifikasi arsip yang dilindungi diantaranya arsip vital, arsip statis serta arsip dinamis & terjaga”, jelasnya. Nengah Wati menyampaikan bahwa dalam menangani arsip pada dampak bencana dapat dilaksanakan setelah area dinyatakan aman oleh pihak berwenang dengan langkah penyelamatan arsip meliputi evakuasi arsip, identifikasi arsip, pemulihan arsip dan penyimpanan arsip. Yang menjadi prioritas penyelamatan evakuasi arsip meliputi arsip vital, arsip statis dan arsip dinamis.


Rapat mitigasi ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut terhadap bencana banjir yang dialami Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung pada 10 September 2025 lalu, yang berdampak pada kerusakan arsip Pemilu dan Pemilihan 2024. “Tentu Kita masih ingat dokumen yang tersimpan di gudang rusak berat, Kita perlu mitigasi bencana agar kedepannya tidak mengalami hal yang sama. Seperti pepatah mengatakan, Orang buta tidak mau kehilangan tongkat dua kali, yang artinya Kita tidak mau terjadi untuk kedua kalinya”, ungkap Ketua KPU Kabupaten Badung, I Gusti Ketut Gede Yusa Arsana Putra.
Yusa Arsana Putra menambahkan dengan kondisi tersebut perlu dirancang langkah- langkah yang dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap potensi bencana mengingat lokasi KPU Kabupaten Badung rawan banjir.  “Pada beberapa kesempatan turun hujan dengan curah hujan cukup tinggi  tidak sampai dalam waktu 30 menit volume genangan air hujan di sekitar  gudang KPU Kabupaten Badung sudah mencapai tinggi 50 cm”,  jelasnya.
Putu Kusuma Dewi, Kasubbag Keuangan, Umum dan Logistik yang sekaligus memandu acara tersebut menyampaikan KPU Kabupaten Badung sebagai Penyelenggara Pemilu menghasilkan dokumen yang cukup banyak, semua arsip ini wajib dikelola dan disimpan untuk menjaga jejak sejarah khususnya di KPU Kabupaten Badung.


Narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Derah Kabupaten Badung yakni I Kadek Adi Saputra menyampaikan hampir 90 % bencana di Bali adalah bencana hidrometeorologi seperti banjir, cuaca ekstrim dan tanah longsor. “Manajemen Bencana adalah segala upaya yang dilaksanakan dalam rangka pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat dan pemulihan berkaitan dengan bencana yang dilakukan sebelum, pada saat dan setelah bencana ,” ucapnya. Adi Saputra menyarankan agar KPU Badung memiliki ruang depo arsip yang refresentatif agar arsip aman dari dampak bencana.


Pada kesempatan yang sama Sekretaris KPU Kabupaten Badung, I Wayan Nopi Suryanto menyampaikan dalam pengelolaan arsip dan dokumen penting lainnya sangat perlu dilakukan perubahan persepsi dan pola pikir yang menganggap arsip itu adalah “sampah” dan tidak memiliki nilai guna sehingga dalam penyimpanannya tidak lagi dilakukan apa adanya dan pada tempat yang tidak memadai. Ditambahkannya  karena arsip sebagai sebuah histori pada suatu satuan kerja pemerintah, KPU Kabupaten Badung berkomitmen akan berupaya mengelola arsip dengan baik karena arsip merupakan nyawa dari lembaga KPU.  Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Prayojana Kantor KPU Kabupaten Badung, Jumat (05/12) juga dihadiri Anggota KPU Kabupaten Badung, I Putu Yogi Indra Permana serta Staf Fungsional dan Pelaksana di lingkungan Sekretariat KPU Kabupaten Badung.

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 329 kali