Sosialisasi

Sosialisasi Pemilih Pemula di SMA N 2 Kuta, Ketua KPU Badung Ajak Siswa Pahami Demokrasi Sejak Dini

Komisi Pemilihan Umum melalui KPU Kabupaten Badung kembali melaksanakan kegiatan pendidikan pemilih bagi kalangan pelajar Kegiatan sosialisasi tersebut dibawakan langsung oleh Ketua KPU Badung, I Gusti Ketut Gede Yusa Arsana Putra, S.H. . Dalam kegiatan ini, para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya demokrasi serta peran generasi muda sebagai pemilih pemula dalam menentukan arah masa depan bangsa. Dalam pemaparannya, I Gusti Ketut GedeYusa Arsana Putra selaku ketua KPU Kabupaten Badung menjelaskan bahwa pemilih pemula memiliki peran strategis dalam proses demokrasi karena jumlahnya yang cukup besar dan potensinya dalam menentukan hasil pemilihan. “Pemilih pemula merupakan generasi yang akan menentukan masa depan demokrasi di Indonesia. Oleh karena itu, penting bagi para siswa untuk memahami nilai-nilai demokrasi, menggunakan hak pilih secara bijak, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar,” ujarnya, Ia juga menekankan bahwa pendidikan politik sejak dini sangat penting agar generasi muda tidak apatis terhadap proses demokrasi. Melalui kegiatan sosialisasi ini, KPU Badung berharap para siswa dapat memahami tahapan pemilu, pentingnya partisipasi dalam pemilihan, serta mampu menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab. Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan sosialisasi yang juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab seputar pemilu dan demokrasi. Berbagai pertanyaan disampaikan siswa mengenai proses pemilihan umum hingga peran generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi. kegiatan ini di lakukan pada SMA N 2 Kuta pada Jumat, 6 Maret 2026.

Pramuka SMK Bintang Persada Dalami Demokrasi di Democracy Creative Space KPU Badung

Kunjungan edukatif Gerakan Pramuka Pangkalan SMK Bintang Persada Denpasar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung menjadi momentum penting dalam menumbuhkan kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda. Melalui pembelajaran langsung di ruang Democracy Creative Space (DCS), para siswa memperoleh pemahaman bahwa satu suara memiliki arti besar dalam menentukan arah bangsa serta membuka wawasan tentang peran aktif generasi muda dalam proses kepemiluan. Kunjungan tersebut diterima oleh Anggota KPU Kabupaten Badung, I Nyoman Dwi Suarna Artha. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa ruang demokrasi sejatinya sangat luas dan dapat dimaknai sebagai proses pengambilan keputusan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat, termasuk generasi muda. “Demokrasi bukan hanya soal memilih, tetapi bagaimana generasi muda bisa terlibat langsung, baik sebagai pemilih, penyelenggara, maupun bagian dari KPU yang bekerja untuk negara. DCS ini kami hadirkan sebagai ruang diskusi dan media pembelajaran, dilengkapi sejarah kepemiluan serta kutipan edukatif untuk memperkuat pendidikan pemilih,” ujarnya. Di Democracy Creative Space, para peserta mendapatkan penjelasan mengenai sejarah pemilu di Indonesia, nilai-nilai demokrasi, serta pentingnya partisipasi dalam setiap tahapan pemilihan. Berbagai materi visual dan literasi demokrasi yang ditampilkan di ruang tersebut menjadi sarana interaktif untuk memperdalam pemahaman siswa. Sementara itu, Aulia Diah Fitri selaku perwakilan Gerakan Pramuka Pangkalan SMK Bintang Persada Denpasar menyampaikan kesan positifnya usai mengikuti kegiatan. Ia mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut membuka perspektif baru tentang pentingnya hak pilih. “Kami mendapatkan kesempatan berkunjung ke KPU Badung dan belajar langsung tentang demokrasi. Dari sini saya memahami bahwa satu hak pilih saja dapat menentukan arah bangsa, serta mengetahui sejarah dan pemahaman mendalam terkait kepemiluan,” tuturnya. Kunjungan edukasi ini dilaksanakan di Democracy Creative Space KPU Kabupaten Badung pada Jumat, 27 Februari 2026.

KPU Badung Tanamkan Nilai Demokrasi kepada Pemilih Pemula di SMP Negeri 5 Abiansemal

Menanamkan kesadaran demokrasi sejak dini menjadi langkah penting dalam membentuk generasi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Melalui pendidikan pemilih, para pelajar tidak hanya memahami hak konstitusionalnya, tetapi juga mengerti peran strategis mereka dalam menentukan masa depan bangsa melalui partisipasi aktif di setiap tahapan pemilu. Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Badung terus berkomitmen melakukan edukasi politik kepada kalangan pelajar sebagai bagian dari upaya peningkatan partisipasi pemilih pemula. Dalam kegiatan tersebut, Ketua KPU Badung, I Gusti Ketut Gede Yusa Arsana Putra, menyampaikan bahwa hanya dalam pemilu setiap warga negara memiliki hak dan kedudukan yang sama. Satu suara memiliki satu nilai yang setara tanpa memandang latar belakang, status sosial, maupun profesi pemilih. Yusa Arsana juga menekankan bahwa para siswa sebagai calon pemilih pemula merupakan bagian penting dari masa depan demokrasi Indonesia. “Adik-adik ditunggu oleh negara untuk memberikan suara kalian sebagai pemilih,” ujarnya, seraya menanamkan pemahaman tentang makna demokrasi sebagai sistem yang menjunjung tinggi kesetaraan, partisipasi, dan tanggung jawab bersama. Kehadiran jajaran KPU Badung disambut hangat oleh Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Abiansemal, Yudhy Wawanda, S.S. menyampaikan apresiasi atas berbagai kegiatan edukatif yang dilaksanakan dan menyatakan kesiapan pihak sekolah untuk terus berkolaborasi serta berkontribusi dalam setiap program pendidikan pemilih yang digelar KPU Badung. Kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Potensial Pemula ini dilaksanakan di SMP Negeri 5 Abiansemal pada Rabu, 25 Februari 2026, sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan KPU Badung dalam memperkuat budaya demokrasi sejak bangku sekolah.

Politik adalah Seni untuk mencapai sebuah tujuan

"Politik adalah seni untuk mencapai sebuah tujuan, dan demokrasi adalah kedaulatan di tangan rakyat".  Dalam rangka sosialisasi ini di laksanakan oleh anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Badung (KPU Badung), Agung Rio Swandisara, mebahas tentang  meningkatkan pemahaman politik dan kesadaran demokrasi sejak dini. Kegiatan ini diikuti oleh para siswa kelas IX yang akan segera memasuki usia pemilih pada pemilihan mendatang. Sosialisasi tersebut mengangkat tema demokrasi pemilih pemula, dengan fokus pada pentingnya partisipasi aktif generasi muda dalam proses demokrasi serta pemahaman dasar mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara. Dalam pemaparannya, Agung Rio Swandisara menjelaskan bahwa pemilih pemula memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan bangsa melalui partisipasi dalam pemilihan umum. “Pemilih pemula bukan hanya sekadar pelengkap dalam daftar pemilih, tetapi merupakan generasi penentu masa depan demokrasi. Oleh karena itu, penting untuk memahami nilai-nilai demokrasi, hak pilih, serta bagaimana menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya menangkal hoaks dan informasi yang menyesatkan, khususnya di era digital saat ini. Menurutnya, generasi muda harus mampu memilah informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum tentu kebenarannya. “Di era media sosial, adik-adik harus kritis. Jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya. Demokrasi yang sehat lahir dari pemilih yang cerdas dan berintegritas, Politik adalah seni untuk mencapai sebuah tujuan dan demokrasi adalah kedaulatan di tangan rakyat," Ujarnya. Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi tanya jawab interaktif yang disambut antusias oleh para siswa. Berbagai pertanyaan seputar proses pemilihan umum, syarat menjadi pemilih, hingga peran KPU dalam menjaga netralitas dan transparansi penyelenggaraan pemilu turut dibahas dalam forum tersebut. Melalui kegiatan sosialisasi ini, KPU Badung berharap dapat menanamkan kesadaran demokrasi sejak usia sekolah serta mendorong lahirnya generasi muda yang aktif, partisipatif, dan bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kuta Utara pada Selasa (24/2/2026).

Tanamkan Demokrasi Sejak Dini, KPU Badung Edukasi Pemilih Potensial Pemula

Kegemaran generasi muda dalam menggunakan gedget  saat ini dapat menjadi sarana literasi digital untuk memvalidasi informasi, sekaligus menjadi media untuk menyuarakan pendapat secara bijak. Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, generasi muda diharapkan tumbuh sebagai pemilih yang cerdas dan berdaulat, demikian ditekankan oleh anggota KPU Kabupaten Badung Agung Rio Swandisara dalam kesempatan menanamkan kesadaran demokrasi sejak dini di hadapan siswa pemilih potensial pemula  SMP Negeri 2 Mengwi. Dalam meningkatkan literasi politik, serta membentuk karakter siswa agar menjadi pemilih cerdas, kritis, dan berdaulat pada pemilihan mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung dalam momen program kegiatan pendidikan pemilih pemula mengunjungi SMP Negeri 2 Mengwi, Selasa, 10 April 2026 dan dipimpin langsung oleh Anggota KPU Kabupaten Badung Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM, Agung Rio Swandisara. Dalam pemaparannya, Agung Rio  menjelaskan bahwa sosialisasi di tingkat SMP penting dilakukan karena para siswa merupakan calon pemilih pemula pada pemilihan berikutnya. Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan memiliki pemahaman dasar tentang demokrasi serta kesadaran untuk berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab. Agung Rio juga menyampaikan kiat-kiat menjadi pemilih cerdas, di antaranya dengan meningkatkan pengetahuan tentang proses demokrasi, berani menyampaikan pendapat secara bijak, serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar. Ia menekankan bahwa perkembangan teknologi harus dimanfaatkan secara positif.

OGOH-OGOH SAPA SIRA: Mencari Kebenaran Dharma

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung terus memperkuat pendekatan pendidikan pemilih yang adaptif dan kontekstual melalui program “Kriya Loka Yowana: Demokrasi Berbudaya”, sebuah upaya strategis untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda Bali melalui medium budaya lokal. Dalam program ini, Ogoh-ogoh tidak hanya diposisikan sebagai karya seni dan ekspresi kreativitas yowana, tetapi juga sebagai media reflektif untuk membaca realitas sosial, etika publik, dan tantangan demokrasi kontemporer, termasuk maraknya disinformasi dan hoaks di ruang publik. Ogoh-ogoh menjadi simbol proses demokrasi itu sendiri lahir dari musyawarah, perbedaan pandangan, pembagian peran, serta tanggung jawab kolektif. Nilai-nilai tersebut relevan dengan tantangan demokrasi hari ini yang menuntut kedewasaan berpikir, kehati-hatian menyimpulkan informasi, serta kesadaran etis dalam menyikapi perbedaan. Dalam salah satu rangkaian kegiatan Kriya Loka Yowana, KPU Badung mengkaji Ogoh-ogoh berjudul “SAPA SIRA” karya ST. YUDHA MUKA, Banjar Dajan Peken, Desa Adat Mengwitani. (4/2) Karya ini mengangkat episode monumental dalam wiracarita Mahabharata, yakni saat Sri Krishna menampakkan wujud Vishvarupa (Wujud Kosmik) kepada Arjuna sebagaimana tertuang dalam Bab 11 Bhagavad Gita. Kisah tersebut berangkat dari kegelisahan Arjuna yang dilanda keraguan sebelum Perang Kurukshetra dimulai. Arjuna enggan bertempur karena melihat lawan-lawannya adalah keluarga dan orang-orang terdekatnya. Dalam kondisi batin yang bimbang, Krishna kemudian membuka tabir wujud sejatinya, memperlihatkan realitas yang utuh bahwa kebenaran tidak selalu dapat dipahami dari satu sudut pandang semata. Anggota KPU Kabupaten Badung, Agung Rio Swandisara, menegaskan bahwa pesan utama Ogoh-ogoh “SAPA SIRA” sangat relevan dengan tantangan demokrasi di era banjir informasi. “Ogoh-ogoh ‘SAPA SIRA’ mengajarkan nilai penting dalam demokrasi modern, yakni jangan tergesa-gesa menyimpulkan informasi, apalagi yang bersumber dari hoaks dan potongan narasi yang menyesatkan. Seperti Arjuna yang ragu dan memilih mencari kebenaran sebelum bertindak, masyarakat demokratis juga harus kritis, bijak, dan beretika dalam menerima serta menyebarkan informasi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa demokrasi yang sehat hanya dapat tumbuh jika warga memiliki kesadaran untuk memverifikasi informasi, membuka ruang dialog, dan tidak terjebak pada emosi maupun prasangka. “Demokrasi bukan hanya soal memilih, tetapi juga soal cara berpikir, cara menyaring informasi, dan cara mengambil keputusan secara bertanggung jawab,” tambahnya. Sementara itu, Komang Yudha, selaku Undagi dan Konseptor Ogoh-ogoh ST. YUDHA MUKA, menjelaskan bahwa judul “SAPA SIRA” dimaknai sebagai ajakan reflektif agar masyarakat tidak mudah menghakimi sebelum memahami kebenaran secara utuh. "SAPA SIRA adalah pesan agar kita tidak membuat kesimpulan sebelum mengetahui yang sebenarnya. Dalam konteks hari ini, pesan ini sangat relevan dengan fenomena hoaks. Banyak orang bereaksi cepat tanpa memahami keseluruhan informasi, seperti Arjuna yang ragu sebelum memperoleh pengetahuan sejati dari Krishna,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa visualisasi Vishvarupa dalam Ogoh-ogoh ini melambangkan keterbukaan kesadaran dan keluasan perspektif, bahwa kebenaran membutuhkan proses, kejernihan batin, dan kedewasaan berpikir. “Seperti wahyu Vishvarupa yang membuka mata Arjuna, masyarakat juga diajak untuk membuka kesadaran tidak mudah percaya, tidak mudah menyebar, dan tidak mudah menghakimi,” imbuhnya. Melalui Kriya Loka Yowana: Demokrasi Berbudaya, KPU Badung menegaskan komitmennya untuk membangun demokrasi yang tidak hanya prosedural, tetapi juga berlandaskan literasi informasi, kesadaran kritis, etika publik, dan tanggung jawab sosial. Ogoh-ogoh “SAPA SIRA” menjadi pengingat bahwa dalam demokrasi, kebenaran harus dicari, bukan disimpulkan secara tergesa-gesa, terlebih dari berita hoaks.